SAMBUTAN KETUA STMM “MMTC”

 DALAM ACARA HARI ULANG TAHUN KE 27

SEKOLAH TINGGI MULTI MEDIA “MMTC” YOGYAKARTA

TAHUN 2012.

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Selamat Pagi dan salam sejahtera,

 

Yang terhormat seluruh jajaran Pejabat Struktural dan Pejabat Fungsional, Yang kami hormati seluruh Staf dan Karyawan, serta Seluruh mahasiswa STMM”MMTC” yang sangat kami cintai dan kami banggakan.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji sukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rakhmat dan hidayahNya sehingga kita seluruh Civitas Akademika dapat menghadiri acara peringatan  HUT ke 27 Sekolah Tinggi Multi Media “MMTC” Yogyakarta.

Selanjutnya pada kesempatan yang berbahagia ini, perkenanlah kami selaku pimpinan STMM “MMTC” mengajak seluruh Civitas Akademika untuk meningkatkan ethos kerja dan semangat kerja yang telah baik selama ini, agar menjadi lebih baik lagi di saat mendatang. Sebab sebagai bagian integral dari Kementerian Kominfo, kita dituntut untuk berperanserta mendukung visi Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam upaya mewujudkan masyarakat informatif Indonesia.

Sebagaimana diketahui bahwa program dan kebijakan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk tahun ini adalah pemasangan jaringan internet. Sedangkan untuk tahun 2016 direncanakan semua pulau akan dikelilingi jaringan broadband. Dengan adanya koneksi broadband, diproyeksikan tahun 2018 bangsa Indonesia akan memasuki era digitalisasi seluruh media informasi (Forum Pengembangan Literasi Media, Gorontalo, 2011).

Sebagai persiapan menyongsong era tersebut, proses belajar mengajar yang dilaksanakan STMM “MMTC” harus mengacu pada pengembangan karakter bangsa melalui bidang teknologi komunikasi dan informatika. Bahwa kepada para peserta didik diberikan pengetahuan dan ketrampilan teknis tentang teknologi komunikasi dan informasi yang mengarah pada profesionalisme. Namun di sisi lain juga diberikan pengetahuan dan wawasan kebangsaan. Mengapa hal tersebut perlu dilaksanakan ?

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa kemajuan teknologi, terutama di bidang komunikasi dan informatika, telah mampu meniadakan dimensi ruang dan waktu. Seolah-olah dunia yang maha luas ini bagaikan sebuah desa, sehingga sering disebut sebagai desa global. Di era global atau jaman kesejagadan, hampir tidak mungkin bagi masyarakat ataupun bangsa manapun untuk menutup diri dari pergaulan dunia yang semakin kompetitif. Semakin kompleksnya kehidupan manusia di jaman modern, cenderung merangsang potensi konflik antar individu, kelompok, masyarakat maupun bangsa di manapun. 

Mitchell dalam bukunya The Structure Of International Conflict menyebutkan tiga motif utama yang merangsang terciptanya konflik, yaitu :

Pertama, benturan kepentingan karena persepsi “kelangkaan” sumberdaya maupun posisional. Dalam kehidupan masyarakat hal ini dapat dilihat dari adanya perebutan lahan atau wilayah yang memiliki nilai ekonomi tinggi atau posisi penting dalam organisasi-organisasi yang berpotensi memberikan nilai tambah ekonomis maupun politis.

Kedua, benturan sistem nilai akibat perbedaan idiologi, agama, atau budaya. Pemberitaan tentang konflik yang bermotif kedaerahan, agama maupun golongan semacam ini hampir setiap hari menjejali media massa kita. 

Ketiga, akibat beda interpretasi tentang subyek yang menjadi kepentingan semua pihak. Tentusaja interpretasi tersebut sangat dipengaruhi oleh kepentingan-kepentingan ekonomis maupun politisnya masing-masing.

Disamping tiga motif di atas, kini muncul penyebab konflik baru yang disebut dengan istilah 4-I oleh Kenichi dalam bukunya The End Of Nation State, yaitu Investasi, Industri, Individu dan Informasi. Masuknya 4-I tersebut sulit dibendung, ia akan datang kapan saja dan dimana saja tatkala mencium adanya peluang keuntungan ekonomis. Kekuatan baru tersebut tidak mengenal tanah air, patriotisme maupun loyalitas, idiologinya hanya satu yaitu keuntungan ekonomi. Para penganut paham kapitalis ini tidak semakin lama semakin mencengkeram kehidupan umat seluruh bumi. Menurut Sterling (1995) bahwa untuk melanggengkan kepentingan ekonomi dan perdagangannya, kaum kapitalis menyatukan kepentingan ekonomi dan perdagangan dengan kepentingan politik. Rupanya fenomena ini mulai menggejala di masyarakat kita, yaitu penguasaan kapitalisme atas media massa. Jelas apabila media massa hanya berorientasi profit saja, maka dampak kemasyarakatannya akan sangat membahayakan perkembangan moral spiritual generasi muda kita.  Anak cucu kita akan terbiasa dijejali dengan tayangan-tayangan budaya asing, gaya hidup global dan mengabaikan atau bahkan meninggalkan budaya luhur bangsa.

 Belajar dari pengalaman buruk terlibat dalam era kesejagadan yang sedang kita alami saat ini, mungkin telah saatnya bagi bangsa kita untuk merevitalisasi semangat nasionalisme. Salah satu aspek penting dari nasionalisme seperti yang dikemukakan oleh Dudley Seers dalam bukunya The Political Economy Of Nationalism adalah kemampuan suatu negara untuk menciptakan room to manoeuvre, yaitu kemampuan suatu negara untuk melakukan manuver politik-ekonomi yang terlepas dari paradigma dominan globalisasi untuk memenuhi kepentingan nasionalnya agar tidak dirugikan oleh perkembangan dunia yang tidak lagi dapat dikontrol. Selanjutnya menurut Seers, kemampuan menciptakan ruang manuver tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor demografis, sumberdaya dan teknologi.

Kedudukan STMM “MMTC”  yang sangat strategis sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan, akan memiliki peluang untuk menumbuhkembangkan semangat nasionalisme bagi para peserta didik. Disamping pengetahuan dan ketrampilan tentang teknologi modern di bidang komunikasi dan informasi, kepada peserta didik  juga diberikan materi-materi yang berkenaan dengan moral dan spiritual serta semangat juang yang bersumber pada niai-nilai falsafah Pancasila. Terpadunya intisari dari nilai-nilai luhur dengan nilai-nilai positip dari modernisasi, diharapkan akan mampu menghasilkan sumberdaya manusia professional yang memiliki daya saing tinggi. Dengan menggunakan indikator-indikator professional dan keluhuran budi pekerti tersebut, potensi bangsa kita untuk menciptakan ruang manuver sangat besar untuk mengimbangi dampak negatif kesejagadan.

Oleh karena itu dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya secara pribadi mengajak seluruh jajaran pejabat maupun seluruh staf dan karyawan untuk memanfaatkan momentum Hari Ulang Tahun ini sebagai titik awal untuk meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Begitu pula bagi para peserta didik, momentum ini diharapkan akan menjadi cambuk agar lebih giat belajar demi terwujudnya sumberdaya manusia yang professional dan berwawasan kebangsaan. Marilah bersama-sama kita niatkan secara tulus ikhlas untuk bekerja dan belajar sebagai ibadah, sehingga beban dan tanggungjawab kita tersebut akan terasa lebih mudah sekaligus akan membeikan hasil yang maksimal. Dengan demikian atmosfir kehidupan dan proses belajar mengajar di STMM “MMTC” akan semakin giat, semakin rukun, semakin sejuk dan Insyaalloh semakin sejahtera lahir bathin.     

Demikian sambutan yang dapat kami sampaikan pada acara Hari Ulang Tahun STMM “MMTC” kali ini, sekali lagi selamat dan sukses. Semoga Tuhan selalu menyertai langkah-langkah kitaa dalam mengemban tugas di masa-masa yang akan dating, Amien Allohuma Amien.

Apabila ada tutur kata maupun perilaku kami kurang berkenan di hati Bapak, Ibu dan Saudara sekalian, dari lubuk hati yang terdalam, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Akhirul kalam, billahit-taufiq wal hidayah, Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

                                                                                                                                Jogjakarta, 31 Juli 2012.